Rabu, 18 Mei 2011

Barisan Umat pada hari akhir

BARISAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW PADA HARI KIAMAT
1.       BARISAN PERTAMA: Mereka digiring dari kuburannya dalam kondisi tidak bertangan dan berkaki, mereka adalah orang-2 yang ahli menyakiti tetangganya dan tempatnnya di neraka
2.       BARISAN KEDUA  : Mereka digiring berbentuk babi, mereka adalah orang-2 yang meremehkan sholatnya tempatnya di neraka
3.       BARISAN KETIGA  : Mereka digiring dalam keadaan perutnya ibarat gunung yang penuh dengan ular, kalajengking dan berbentuk keledai, mereka orang-2 yang enggan mengeluarkan  zakat dan shodakhoh tempatnya di neraka
4.       BARISAN KEEMPAT: Mereka digiring dalam keadaan mulut mereka mengeluarkan darah, mereka adalah orang-2 yang berdusta dalam berdagang tempatnya di neraka
5.       BARISAN KELIMA  : Mereka digiring menjadi angin yang berhembus, dimana baunya lebih busuk daripada bangkai, mereka orang yang menyembunyikan perbuatan durhakanya, sebab takut diketahui manusia dan tidak takut kepada Alloh tempatnya di Neraka
6.       BARISAN KEENAM            : Mereka digiring dalam keadaan tenggorokan dan tengkuknya terputus, mereka orang-2 yang suka berbuat menjadi saksi palsu tempatnya di neraka.
7.       BARISAN KETUJUH: Mereka digiring dalam keadaan mereka tidk memiliki lidah dan dari dalam mulutnya keluar kotoran nanah bercampur darah, mereka adalah orang-2 yang enggan memberikan kesaksian ( neraka 0
8.       BARISAN KEDELAPAN      : Mereka digiring dalam kondisi terbalik dimana kepalanya dibawah dan kakinya diatas , mereka adalah orang-2 yang berbuat zina dan mati sebelum bertobat ( neraka )
9.       BARISAN KESEMBILAN     : Mereka digiring dengan wajah hitam, mata biru, dan perut penuh dengan api mereka adalah orang-2 yang memekan harta anak yatim degan cara tidak dibenarkan ( neraka )
10.   BARISAN KESEPULUH      : Merak a digiring dalam keadaan tubuh dengan penuh penyakit kusta dan penyakit kudis, mereka adalah orang-2 yang durhaka kepada kedua orang tuanya ( Neraka )
11.   BARISAN KESEBE:LAS     ; Merka digiring dalam keadaan buta mata dan hatinya,giginya seperti tanduk sapi jantan, bibirnya terbuka lebar sampai kedada, lidahnya menjulur panjang sampai perut bahkan sampai kepaha dan dari perut keluar kotoran mereka adlah yang gemar minum miniman keras.
12.   BARISAN KEDUABELAS    : Mereka digiring dan wajah wajah mereka seperti bulan purnama mereka melewati jembatan syiroth secepat kilat yang menyambar, mereka orang – orang yang berbuat baik , shaleh , beriman dan menjahui perbuatan durhaka , memelihara sholat lima waktu dan meninggalkan dunia dalam keadaan tobat ( Ampunan dan Surga tempatnya )

Catatatn :
Barisan umat dari Nabi Adam sampai Umat akhir zaman sebanyak 120 barisan , Panjang barisan ± perjalanan 4000 Tahun . Lebar Barisan ± perjalanan 2000 tahun , mereka yang beriman sebanyak 3 barisan.

Keutamaan Sholat


Keutamaan Sholat Lima Waktu. Dari Abi Huroiroh sesungguhnya Rosulallohi SAW bersabda “ bagaimana pendapatmu (para sohabat) seandainya ada sungai di depan pintu salah satu dari kamu, lalu orang itu mandi di sungai itu setiap hari lima kali, apakah tersisa suatu kotoran darinya?. Para sohabat menjawab “tidak ada sedikitpun kotoran tersisa ”. Nabi bersabda “ Seperti itulah perumpamaan sholat lima waktu, Alloh SWT melebur beberapa dosa hamba dengan (melakukan ) sholat lima waktu”. Saudara – saudara hadits riwayat Sunan Nasai juz 1 halaman 230-231 tersebut di atas menerangkan bagaimana seorang hamba mendapat ampunan beberapa dosa lantaran sholat lima waktu yang selalu rutin dia lakukan. Kalau disadari betul menurut ilmu agama, sebenarnya banyak hal yang dapat menjerumuskan anak Adam melakukan perbuatan dosa di mata Alloh SWT. Faktor yang menyebabkan terjadinya hal seperti demikian antara lain kekurangpahaman seorang hamba bahwa hal yang dilakukan merupakan sebuah dosa. Faktor lainnya adalah karena memang kepandaian syetan / iblis dalam menggoda anak Adam dengan membisikkan rayuan-rayuan maut menjadikan sebuah maksiyat terasa lezat sehingga banyak orang yang terpikat. Betapa senangnya seorang hamba yang ingin selalu dekat kepada Alloh SWT berharap ridho dan takut akan murkaNYA, ternyata dengan Sifat Maha Penyayang Alloh SWT berkenan mengampuni beberapa kesalahan lantaran sholat wajib lima waktu. Ini merupakan kefadholan, disamping sholat lima waktu merupakan amalan yang paling awal dikoreksi di akhirat sebelum amalan yang lain. Betapa senangnya seorang hamba yang menyadari akan segala kekurangan dan kekhilafan menjadikan mudah melakukan kesalahan di mata Alloh SWT
dikutip dari  http://binanurani.com/keutamaan-sholat-lima-waktu/

keutamaam Shalat tahajud
Oleh : H. Sunaryo A.Y.
Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam   ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan dengan Allah SWT.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .
Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.”                        ( HR Bukhari dan Muslim )

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)

Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
(Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT”

Rabu, 27 April 2011

Gangguan Orang Belajar


Penyakit orang mengaji / belajar
1.Mengantuk
2.Berbicara sendiri
3.Tidak / kurang sungguh – sungguh
4.Tidak / kurang krono Alloh

Sukses ibadah dalam bulan romadhon :
1.    Sukses puasa romadhon
2.    Sukses solat tarawih
3.    Sukses membaca Al Qur’an khatam
4.    Sukses lailatul qodar
5.   Sukses zakat fitra

Hasil berdo’a
1.   Langsung dikabulkan
2.   Ditunda ( didunia/ diakherat )
3.   Diganti ( di dunia / diakherat )

Waris dapat dilaksanakan apabila :
1. Ada  yang mati
2. Ada ahli waris
3. Ada yang diwaris
4. Sama sama sepaham

Macam -macam harta :

1. Harta  afdol maksudnya      : Modal satu menjadi banyak setelah digunakan  berbagai macam pembelaan dan keperluan
2. Harta Barokah maksudnya  :  Modal satu tetap menjadi satu setelah digunakan berbagai macam pembelaan dan keperluan
3. Harta Biasa maksudnya      : Modal satu menjadi kurang setelah digunakan berbagai macam pembelaan dan keperluan


Manisnya Iman

Manisnya iman dapat dirasakan apabila :
1. Alloh dan Rosulnya lebih dicintai
2. Mencintai seseorang karena Alloh semata
3. Benci kekufuran setelah mendapatkan hidayah

Keberhasilan iblis dalam menyesatkan manusia adalah :
1.Manusia menjadi Kafir
2.Manusia menjadi orang-2 musrik
3.Manusia menjadi ahli bid’ah
4.Manusia melakukan pelanggaran / dosa-2 Besar
5.Manusia meremehkan dosa-2 kecil

5 ( lima ) hal yang perlu dimiliki orang iman
1.Berkata benar
2.Menepati janji
3.Menyampaikan amanat
4.Menjaga ferji
5.Menghindarkan mata dan tangan dari pelanggaran

4 ( empat ) hal Yang membahagiakan suami
1.Mempunyai istri yang sholihat
2.Menpunyai anak – anak yang sholeh
3.Mempunyai teman berbaul yang baik
4.Mempunyai pekerjaan di dalam negeri ( tidak jauh )

Kadar orang berhaji :
1.Karena nasab : keturunan orang2 punya / kaya
2.Karena Nisob : bekerja – menabung sampai waktunya
3.karena nasib : hadiah / pemberian dll

Tata cara Nasehat

Tata Cara Nasihat

Tujuan Nasehat, adalah menyampaikan sesuatu kepada audien (pendengar) agar si pendengar dapat merubah sikap, prilaku, pola pikir hingga bisa membedakan antara benar dan salah, baik dan buruk, halal dan harom, pahala dan dosa, surga dan neraka. Atau dengan kata lain, nasehat adalah menghendaki terwujudnya suatu kebaikan kepada orang lain:
Dasar-dasar Nasehat:
1. Seni berbicara fungsinya adalah untuk menguasai audien, seperti:
a. Retorika adalah seni berbicara dalam nasehat yang bombastis.
b. Langgam adalah bentuk irama, lagu dalam nasehat.
c. Intonasi adalah nada lagu, tinggi rendah suara.
2. Harus dapat menyampaikan materi nasehat dengan simpatik, menarik, beralasan dan meyakinkan.
3. PD, Percaya pada diri sendiri: Seorang penasehat harus merasa yakin bahwa dirinya mampu memberikan nasehat. Oleh karena itu hatinya harus teguh, tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh situasi atau audien yang ada, dan upayakan jangan sampai terjadi demam panggung atau gerogi.

I. Hal-hal yang Harus Diperhatikan:
Berdo’alah terlebih dahulu sebelum berbicara dengan do’a:
Robbisyroh Lii Shodrii Wayas-sir Lii Amrii Wahlul ‘Uqdatam-mil Lisaanii Yafqohuu Qoulii.
Yang artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka dapat memahami / mengerti perkataanku”. (QS. Thoohaa, Ayat: 25-28).
Alloohumma Alhimnii Rusydii Wa A‘idznii Min Syarri Nafsii.
Artinya: “Ya Alloh, berilah aku ilham yang benar dan lindungilah aku dari kejelekannya diriku”. (HR. Tirmidzi)


Memberanikan diri, jangan bersikap ragu-ragu.
Sebelum berbicara upayakan terlebih dahulu mengambil nafas panjang sebanyak tiga kali untuk melancarkan peredaran darah, oksigen dalam paru-paru agar keadaan hati menjadi tenang.
Pandangan mata upayakan sesekali menghadap lurus ke depan, ke tengah, ke samping kanan, kesamping kiri, jangan hanya mendang ke atas atau ke bawah saja dan hindari memandang langsung mata audien tetapi pandanglah bagian kening atau ubun-ubunnya. Ini untuk menghindari atau menghilangkan perasaan jatuh mental atau gerogi.
Harus mempunyai keyakinan bisa memberikan sesuatu ketegasan kepada audien yang sok tahu / ngendasi / nyeruwing / saur manuk yang mungkin dapat menyebabkan Anda menjadi gerogi atau ngelantur.
II. Pengaturan Fisik dan Sikap Badan:
Berpakaian rapi, bersih dan sopan serta disesuaikan dengan situasi dan tempat.
Sikap badan harus tegap, tenang dan tata geraknya tidak berlebihan atau jangan diam saja.
Raut wajah haus ceria, bersih dan tidak seperti orang yang sedang ngambek, marah atau sedang bingung, tetapi bersikaplah tenang namun meyakinkan walaupun terjadi suatu kesalahan atau kekeliruan.
III. Pengaturan Suara, Ucapan atau Bahasa:
Tata Bahasa yang akan diucapkan harus tersusun rapi. Jelas kata demi kata yang diucapkan, usahakan memakai kata-kata yang mudah diterima, dimengerti dan dipahami oleh audien.
Bahasa yang akan dipergunakan hendaknya disesuaikan dengan tingkat pendidikan atau pengetahuan audien.
Menjaga agar setiap kata-kata yang akan Anda sampaikan tidak salah ucap dan tidak mendiskriditkan pemerintah, tidak menghasut, menyinggung golongan lain atau jangan sampai menusuk perasaan orang lain.
Keras lemahnya suara harus Anda sesuaikan dengan besar-kecilnya ruangan gedung serta banyak-sedikitnya jumlah audien.
Tekanan suara harus mantap dan bersemangat dan usahakan kata-kata yang Anda ucapkan itu tidak hanya dapat dipahami oleh satu orang, satu suku saja. Akan tetapi berpariasi dan bila perlu Anda beri penekanan. Agar nasehat Anda lebih mantap maka Anda bisa memasukkan dalil-dalil yang tepat dan akurat, atau bahkan Anda bisa membubuhinya dengan cerita-cerita, sehingga nasehat Anda itu benar-benar dapat menarik audien lebih betah dalam mendengarkan nasehat Anda. Buatlah bagaimana caranya agar audien bisa terpukau / kagum / ta’jub / heran.
Janganlah menahan suara, artinya berbicara tapi bibirnya tidak bergerak, dan kata-kata yang Anda ucapkan itu harus jelas, jangan sengau seperti orang bindeng, lagi flu, pilek.
IV. Persiapan Mental Hati:
Ini penting supaya Anda tidak mudah tersinggung atau naik darah jika Anda melihat situasi ramai, gaduh yang menyebabkan dapat merubah acara menjadi tidak hikmat. Maka cara mengatasinya adalah Anda bisa segera mengambil sikap tegas untuk kembali menenangkan audien yakni dengan mengucapkan kata-kata yang tegas, santun tapi wibawa. Jangan nggebrak meja atau marah-marah.

V. Penguasaan Bahan Nasehat:
Bagi Anda sebagai komunikator (Penasehat) harus benar-benar menguasai bahan atau materi nasehat yang akan disampaikan kepada audien dan Anda sesuaikan dengan tema nasehat.
Kata pendahuluan usahakan yang bisa membuat audien tertarik untuk mendengarkan hingga mereka bisa penuh konsentrasi (perhatian). Anda bisa pilih kalimat yang dapat menciptakan suasana yang baik dan dapat membuat hati audien merasa butuh untuk mendengarkannya. Oleh karena itu Anda tentukan pokok masalah yang menarik sehingga mereka merasa ada sesuatu yang baru dan penting untuk didengarkan.
Menguaraikan materi atau isi nasehat sesuai dengan pokok nasehat serta jelaskan mengenai basyiron wanadziron dan upayakan diberi landasan hukumnya, gambaran, kisah / cerita para nabi, orang-orang sholih, cantolan kepahaman, sairan, pantun nasehat, dan lain sebagainya. Dan cara menguraikannya yang berurutan, tidak melompat-lompat.
Beri kesimpulan, artinya semua yang sudah Anda sampaikan dalam nasehat Anda tadi sebaiknya Anda beri kesimpulan dan beri kesan terakhir yang kemungkinan dapat membuat para audien terkesan bahwa isi nasehat tersebut baik dan bermanfa’at.
Penutup. Sebaiknya nasehat yang sudah Anda sudahi Anda tutup dengan ucapan terima kasih, do’a dan salam.

Bahan-bahan Nasehat:
1. Ada 5 (Lima) Bab:
1. Mengaji Al-Qur’an dan Al-Hadits.
2. Mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
3. Membela Al-Qur’an dan Al-Hadits.
4. Sambung jama’ah secara Al-Qur’an dan Al-Hadits.
5. Tho’at Alloh, Rosul, Amir ( Pemimpin Agama )

2. Ada 2 (Dua) Kesenangan Orang Puasa:
1. Ketika akan berbuka.
2. Ketika akan berjumpa Alloh.

3. Ada 2 (Dua) Perkara yang Tidak Pernah Hinggap pada Orang Iman:
1. Kikir / Pelit.
2. Budi Ashor.

4. Ada 2 (Dua) Perkara yang Memasukkan Manusia ke Surga:
1. Bertaqwa kepada Alloh.
2. Berakhlak yang baik.

5. Ada 2 (Dua) Perkara yang Memasukkan Manusia ke Neraka:
1. Mulut (ucapan).
2. Kemaluan.

6. Ada 3 (Tiga) Hal yang Dapat Mempengaruhi Seseorang:
1. Tempat, kampung, kota.
2. Waktu, misalnya pagi, sore.
3. Keadaan, misalnya kaya atau miskin.

7. Ada 3 (Tiga) Faktor yang Dapat Mempengaruhi Seseorang:
1. Faktor dasar / karakter.
2. Faktor Lingkungan.
3. Faktor Pendidikan.

8. Ada 3 (Tiga) Bulan yang Boleh untuk Melaksanakan Ibadah Haji:
1. Bulan Syawal.
2. Bulan Dzul Qo’dah.
3. Bulan Dzul Hijjah s/d tgl 10 Dzul Hijjah.

9. Ada 3 (Tiga) Cara dalam Melaksanakan Ibadah Haji:
1. Qiron.
2. Tamatu’.
3. Ifrod.

10. Ada 3 (Tiga) Hal yang Harus Dilakukan dalam Menghormat Tamu:
1. Gupuh, yaitu menyambut dengan ramah-tamah.
2. Lungguh, yaitu segera mempersilahkan duduk.
3. Suguh, yaitu menyuguhkan minum dan makanan ringan.

11. Ada 3 (Tiga) Hal yang Harus Diperhatikan dalam Berkomunikasi:
1. Papan, artinya tempat, kita ada di tempat siapa.
2. Empan, artinya materi, kita mau bicara tentang apa.
3. Adepan, artinya Audien, siapa yang kita hadapi.

12. Ada 3 (Tiga) Perkara yang Menyebabkan Tidak Masuk Surga:
1. Mengadu domba.
2. Mengungkit-ungkit.
3. Kikir / pelit.

13. Ada 3 (Tiga) Keharoman Bagi Sesama Muslim:
1. Harom rahasianya.
2. Harom harta bendanya.
3. Harom darahnya.